'Lost in Translation'
Assalamualaikum,
Tahu ndak apa bedanya Wonogiri dan Karachi (perwakilan Indonesia dan Pakistan nih:-) Selain yang satu ijo royo-royo yang satu kering bedebu, selain yang satu ayam kampung bakar yang satu kari kambing? Itu lho bahasa Inggrisnya hehehe.
Di Wonogiri, jarang banget yang bisa bahasa Inggris (ndak cuma di Wonogiri ding, temen-temen mami lulusan S1/S2 di Jakarta pun sungkan berbahasa Inggris - kalo yang ini mah alasannya karena kurang dipraktekkan jadi malu mau ngomong :-)-). Bukan salah bunda mengandung yah, lha wong di sekolah sampai universitas cuma ada 2 SKS aja he. Sementara di Karachi, dari TK anak-anak mulai belajar bahasa Inggris, setelah itu mulai SD sampai kuliah, media yang dipake bahasa Inggris, jadi hampir semua bisa berbahasa Inggris aktif (ada untungnya juga yah dulu pernah dijajah orang Inggris).
Alhasil jadilah daddy di Wonogiri kemarin merasa seperti Bill Murray di film Lost in Translation:-)
Alkisah pergilah kami ke seorang dokter spesialis anak karena Zubia kena flu sesampainya di Wonogiri. Pertamanya sih mami yang komunikasi sama tuh pak Dokter, rupanya si daddy ndak tahan diem terus, akhirnya bertanyalah daddy, 'She is not used to the weather here, so should we do any special care?'. 'Maksudnya?' jawab pak Dokter dengan raut wajah bingung sambil menatap mami. 'I mean should we put warm clothes on her all the time or?' tanya daddy lagi, 'Maksudnya???' jawab pak Dokter lagi, kali ini dengan suara agak tinggi sambil tetap menatap mami. Oalaa, ndak ngerti rupanya blio hehehe
Abis kejadian itu daddy jadi lebih sumringah, udah dapet joke of the month-nya katanya hehe. Salah siapa coba kalo begini?
Hihih, lucu juga ceritanya. Dwi jadi kebayang deh si daddy Saad jadi pendiem....Tapi emang iklim kita kan belum memadai untuk berbahasa inggris aktif, tambahan lagi kita kan masih bangsa yang pemalu.
9:44 AM, December 26, 2004
Post a Comment
<< Home